Setiap pagi aku berangkat ke kantor naik Kopaja 19, pagi ini 08.15 aku naik dari Bendungan Hilir menuju Ratu Plaza, ketika aku naik bis, seseorang memegang saku depan celanaku (yang di dalamnya ada HP). Aku diam saja, gak curiga apa-apa.
Kejernihan hati merupakan kunci aspirasi dan saklar penghubung hikmah dibalik kejadian dalam kehidupan sehari-hari
Ada 3 (tiga) hal yang harus kita usahakan setiap hari, agar ‘akal’ dan ‘pikiran’ kita tetap (istiqomah) di jalan-Nya, antara lain adalah :
HATI
Ketajaman pandangan dan kejernihan nurani terkait erat dengan ketaqwaan yang dimiliki. Orang yang selalu menjaga kesucian jiwanya dengan tidak mengotori hatinya dari segala bentuk penyakit hati, misalnya : iri hati, dendam, egois, dengki, keras kepala, sombong (karena dititipi Alloh kedudukan/jabatan, dititipi harta melimpah), buruk sangka (shu’udzon). Saya teringat, sebuah lagu berjudul “Tombo Ati” oleh Opick sebagai berikut :
Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Quran lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Obat hati itu ada lima perkara
Satu, membaca Qur’an mengerti dan mengamalkannya
Dua, membiasakan sholat malam,
Ketiga, berkumpul dengan orang-orang sholeh,
Keempat, membiasakan perut lapar/berpuasa,
Kelima, mengamalkan dzikir malam sampai lama.
Kejernihan hati merupakan kunci aspirasi dan saklar penghubung hikmah dibalik kejadian dalam kehidupan. Rasululloh SAW bersabda, “Hati-hatilah kamu terhadap firasat seorang mukmin karena ia memandang dengan cahaya Alloh”. (HR. Turmudzi).
TELINGA
Ketika suatu informasi masuk ke telinga, lalu diproses dalam pikiran, akhirnya diputuskan oleh akal. Apakah saya harus korupsi? Ataukah saya harus jujur? Walaupun anak dan istri kita sangat membutuhkan uang haram ini, untuk membangun rumah-lah, untuk membeli mobil-lah, untuk naik haji-lah. Disinilah, fungsi telinga sangat dominan, kalau telinga dibiasakan mendengar sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Alloh. Maka, apapun godaan yang menimpa diri kita, tidak akan mempengaruhi ‘akal’ untuk memberikan keputusan akhir yang negatif. Dengan banyaknya fasilitas elekronik digital, kita dapat mebiasakan mendengarkan ceramah, nasyid dan hal-hal positif lainnya, sebagai sumber charger telinga kita, yang dapat membantu ‘akal’ dalam memutuskan berbuat ‘baik’ atau ‘buruk’ agar akal kita tidak ‘low batery’.
MATA
Yang tidak kalah pentingnya, dalam mempengaruhi akal dan pikiran dalam memutuskan sesuatu adalah mata. Peribahasa mengatakan, “Dari mana datangnya lintah, dari darat turun ke kali, dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati”. Mata sangat berperan dalam memutuskan sesuatu, kalau pandangan mata terbiasa melihat kekayaan, kemewahan, ketidak jujuran, kebohongan, manipulasi, kolusi, korupsi, nepotisme. Maka, ketika punya kedudukan dan jabatan, ada kesempatan untuk mengambil uang haram, maka pada saat itulah ‘akal dan pikiran’nya berkata, “Aku harus korupsi”. Tapi, kalau mata terbiasa melihat kesederhanaan, kejujuran, kebaikan, berkumpul dengan orang-orang sholeh, sholat berjamaah di Mesjid, sholat malam, berpuasa, dzikir malam, baca Qur’an. Maka, pada suatu saat, walaupun ada kesempatan untuk korupsi, namun ‘akal dan pikirannya’ mengatakan, “Aku tidak akan korupsi, kasihan anak dan istriku, kelak disiksa di api neraka, na’udzubillah”. Mari, kita selamatkan bangsa dan Negara, dengan memperbanyak orang-orang yang jujur, bekerja dengan penuh disiplin dan berdedikasi tinggi. Terakhir, mari kita renungkan sebuah lagu yang biasa disenandungkan oleh Da’i kondang AA GYM sebagai berikut :