Manusia itu adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Karena Tuhan telah memberi manusia fisik yang cantik, tampan, dan ditambah AKAL (sedangkan Tuhan tidak memberikan akal kepada makhluk-Nya selain manusia). Tetapi kelak, penghuni neraka yang paling banyak adalah MANUSIA. Kenapa? Karena manusia tidak menggunakan HATI (QOLBU)-nya untuk beribadah dan mensyukuri nikmat yang Alloh berikan kepadanya. Sehingga, manusia harus mempertanggungjawabkannya. Dipakai untuk apa saja ‘akal’ yang telah diberikan Alloh kepada setiap manusia?
Ada 3 (tiga) hal yang harus kita usahakan setiap hari, agar ‘akal’ dan ‘pikiran’ kita tetap (istiqomah) di jalan-Nya, antara lain adalah :
HATI
Ketajaman pandangan dan kejernihan nurani terkait erat dengan ketaqwaan yang dimiliki. Orang yang selalu menjaga kesucian jiwanya dengan tidak mengotori hatinya dari segala bentuk penyakit hati, misalnya : iri hati, dendam, egois, dengki, keras kepala, sombong (karena dititipi Alloh kedudukan/jabatan, dititipi harta melimpah), buruk sangka (shu’udzon). Saya teringat, sebuah lagu berjudul “Tombo Ati” oleh Opick sebagai berikut :
Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Quran lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe
Obat hati itu ada lima perkara
Satu, membaca Qur’an mengerti dan mengamalkannya
Dua, membiasakan sholat malam,
Ketiga, berkumpul dengan orang-orang sholeh,
Keempat, membiasakan perut lapar/berpuasa,
Kelima, mengamalkan dzikir malam sampai lama.
Kejernihan hati merupakan kunci aspirasi dan saklar penghubung hikmah dibalik kejadian dalam kehidupan. Rasululloh SAW bersabda, “Hati-hatilah kamu terhadap firasat seorang mukmin karena ia memandang dengan cahaya Alloh”. (HR. Turmudzi).
TELINGA
Ketika suatu informasi masuk ke telinga, lalu diproses dalam pikiran, akhirnya diputuskan oleh akal. Apakah saya harus korupsi? Ataukah saya harus jujur? Walaupun anak dan istri kita sangat membutuhkan uang haram ini, untuk membangun rumah-lah, untuk membeli mobil-lah, untuk naik haji-lah. Disinilah, fungsi telinga sangat dominan, kalau telinga dibiasakan mendengar sesuatu yang dapat mendekatkan diri kepada Alloh. Maka, apapun godaan yang menimpa diri kita, tidak akan mempengaruhi ‘akal’ untuk memberikan keputusan akhir yang negatif. Dengan banyaknya fasilitas elekronik digital, kita dapat mebiasakan mendengarkan ceramah, nasyid dan hal-hal positif lainnya, sebagai sumber charger telinga kita, yang dapat membantu ‘akal’ dalam memutuskan berbuat ‘baik’ atau ‘buruk’ agar akal kita tidak ‘low batery’.
MATA
Yang tidak kalah pentingnya, dalam mempengaruhi akal dan pikiran dalam memutuskan sesuatu adalah mata. Peribahasa mengatakan, “Dari mana datangnya lintah, dari darat turun ke kali, dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati”. Mata sangat berperan dalam memutuskan sesuatu, kalau pandangan mata terbiasa melihat kekayaan, kemewahan, ketidak jujuran, kebohongan, manipulasi, kolusi, korupsi, nepotisme. Maka, ketika punya kedudukan dan jabatan, ada kesempatan untuk mengambil uang haram, maka pada saat itulah ‘akal dan pikiran’nya berkata, “Aku harus korupsi”. Tapi, kalau mata terbiasa melihat kesederhanaan, kejujuran, kebaikan, berkumpul dengan orang-orang sholeh, sholat berjamaah di Mesjid, sholat malam, berpuasa, dzikir malam, baca Qur’an. Maka, pada suatu saat, walaupun ada kesempatan untuk korupsi, namun ‘akal dan pikirannya’ mengatakan, “Aku tidak akan korupsi, kasihan anak dan istriku, kelak disiksa di api neraka, na’udzubillah”. Mari, kita selamatkan bangsa dan Negara, dengan memperbanyak orang-orang yang jujur, bekerja dengan penuh disiplin dan berdedikasi tinggi. Terakhir, mari kita renungkan sebuah lagu yang biasa disenandungkan oleh Da’i kondang AA GYM sebagai berikut :
Munsyid : New MQ Voice
http://liriknasyid.com
Jangan... Jangan... Jangan biarkan kotori hatimu
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya illahi
Bila hati kian bersih, pikiran pun kian jernih
Semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Ahlak kian terpuruk, jadi mahluk terkutuk
Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh
Bila hati kian lapang, hidup sempit tetap senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya makin rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit
JAGALAH HATI
Lirik & Lagu : Aa Gym
Arr music : Reza Ramsey, MD Ruhanda
Arr. Vocal : P. Rusli
1 komentar:
Bagus untuk perenungan dan komtemplasi dir. Regards
Posting Komentar